Friday, September 25, 2009

untuk sebuah hujan yang menyegarkan!

Tak ada yang lebih nyaman dari hujan ringan di penghujung hari.Saat semua nyaris terlelap dalam dekapan selimut yang hangat. Hujan yang perlahan menetes di balik jendela berhasil mencuri waktu psikologis yang terlewat oleh semua.Pelan-pelan dia menetes.Tak peduli pada tanah, pada batu, pada pohon, atau pada sebuah kepala yang sedang membara dan jiwa yang tak menentu.Semua ditetesinya.Satu per satu.Tak peduli apakah yang ditetesi setuju. Semua jadi basah.Semua jadi berubah. Kini tinggal ditunggu hasilnya esok. Apakah tetesan hujan ringan di penghujung hari itu  bisa cipta cerita baru pada tanah, batu, pohon, kepala dan jiwa yang ditetesinya beberapa saat yang lalu.  


 

 

Thank You, Idul Fitri. And see you next year!

I made a chuckle when the idea of writing about Idul Fitri came across my head. I never thought that I could be writing about a religious holiday --since I'm not a big on religious believe. But well, i guess there's always a first in everything.

What made this year Idul Fitri so special --for me-- i guess is the fact that i got a whole week off! can you imagine, a whole freaking week?! Hahaha... well, that's my first thank you for Idul Fitri! 

and the second one is that, since I don't celebrate it, I gotta sit back at my house and relax with the family. And what fun we had. We eat lunch together, talk and have a blast watching movies. It's quite nice. Having spending time just the four of us, without thinking about work at all. It's hard to find time for us to just sit down as a family and have fun. And that's why I wanna thank you, Idul Fitri. And waiting for the same moment like this in years to come. 

Happy Holiday for those who celebrate it, though! 

Monday, September 21, 2009

A bit of vacation in the vain

Day #1 Vacation

I vow to watch lotsa cheesy movie this vacation. So day #1, I hit the stack of DVD I bought solely for that purpose.

I watched 3 movies this day. First one was I Hate Valentine’s Day (2009), second is I Could Never Be your Woman (2007) and the last but not least  The Sisterhood of the Traveling Pants 2 (2008)

And at 10.36 PM, my eyes are puffy due to ever so silly crying and  there’s an urge to write about something.  Something, but I dunno what. Don’t you just hate it when you want to write and don’t know what to write about? Well, this is one of those.

I know that I could write movies reviews for the 3 films I’ve watched, but what can you write about these movies? Boy meet girls-fell in love-got into a bit of rocky road-but eventually lived happy ever after in a land far away…  nay, I’ve written those kind of reviews before. I want something different.

And wanting to write something different means something like this…..

Women And Their Endless Guy Problems.

As I my eyes glued to the screen watching 3 sappy movies in a row, I thought about how similar the 3 movies depict a woman --although they are made in 3 different years.

Nia Vardalos in I Hate Valentine’s Day plays Genevieve, a woman who believes a girl is happy to be single with array of casual dating. But Nia has to eat her hat when prince charming swept her off her feet.

Michelle Pfeiffer in I Could Never Be Your Woman plays Rosie, a 40 year-old woman who fell in love with a 29 year-old guy. Michelle feels that the relationship is not right but had to admit that she was wrong because love –as the saying goes—is blind and you can not pick whom you fell in love with.

America Ferrera, Alexis Bledel, and Amber Tamblyn in The Sisterhood of the Traveling Pants2, all played a character confused about love. What is love, who could fall in love, and how does love fells like. And the answers dawn to them in a form of a six-packed, tall, dark haired guy. J (I wish all my problems are answered in that form. hehehe)

The 3 movies made a point of showing a woman who is doing pretty well in their life (Nia is a happy gal that owns a flower shop, Michelle is a script writer in a series and all the girls ini The Sisterhood of the Traveling Pants 2 are in their first year at their chosen university.)  But the Pandora box opens when the met the guys. They lost it! And they are back to their own self when the ever so charming guys came to their life and pledging their love to them. Nice J

In these 3 movies, women are described as a dependent creature who is well off being themselves. But when the X factor –men, noted : adorable men, came strolling along they find themselves fluttered and lost. These men are not doing anything to or for them (not like how Cinderella became happy, rich, and not to mention a queen when she found her prince charming). The men in these movies didn’t came out to be the major part of the women’s life, but is a part of a small portion in the life of a women  with a main function is to keep a women happy –and sane, I guess--.  

I –as an avid chick flick/hallmark movie watcher—found this a bit amusing because this was how men used to be portrayed in the good old days. Why is it changing? I dunno… I just found that it’s amazing that I have the chance to witness it, though.

And to end this long twisted writing, I just wanna say.. I miss writing about stuff like this.. J

 

Thanks for reading –or not (which ever…)

J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wednesday, August 26, 2009

ingin bermimpi sejenak

ingin bermimpi sejenak
membayangkan sebuah hidup
yang jauh dari kenyataan gue

ingin bermimpi sejenak
membayangkan sebuah pekerjan
yang jauh dari kenyataan gue

ingin bermimpi sejenak
membayangkan sebuah bahagia
yang jauh dari kenyataan gue

sejenak aja
ngak usah lama-lama
karena pada akhirnya 
gue juga sadar
hidup ini
pekerjaan ini
dan bahagia ini
udah cukup kok bagi seorang gue
cukup banget, kok!

:)

Tuesday, August 25, 2009

Marah ndak Marah.. itu pilihan...

Cerita Pertama dari Mbak A

Suatu hari gue ngantri di counter KFC. Antrian sore itu agak sedikit belak-belok kacau gitu, dan pas tiba giliran gue, ada orang yang tiba-tiba melipir di sebelah gue. Mas-mas yang jaga counter --entah kenapa-- langsung melayani si orang yang tiba-tiba melipir di sebelah gue itu. Damn! kesel banget gue. Yah, secara naluriah gue bilang, "Eh mas, gue yang udah antri duluan!" .. mas-masnya minta maaf dan bilang, "sorry, tadi mbak ngak kelihatan." Entah kenapa gue ndak bisa nahan diri untuk tidak berkomentar "IH EMANGNYA GUE SETAN NGAK KELIHATAN

Setelah beberapa saat lewat, gue baru mikir kenapa yah gue marah?! 

Cerita Kedua dari Mas D

Tadi pagi gue mau marah banget sama petugas loket transjakarta. Masa dia ngak punya kembalian buat uang gue?! 

setelah beberapa saat lewat, gue baru mikir, kenapa gue marah ya sama dia? Kan bukan salah dia kalo hari itu dia ndak ada uang kembalian?!


Dua cerita. Satu kesimpulan. Kadang yang milih kita mau marah atau enggak itu yah kita sendiri. Bukan orang lain. 

Tiba-tiba gue mau minta maaf sama semua orang yang pernah denger omelan. Mulai dari mbak BNI di Dipati Ukur yang dengan kejamnya gue siksa sama kata-kata sampai dia harus menangis di pantri, sampai teman SMA yang bikin gue merasa harus menggeret kursi agar bisa menampar mukanya yang menjulang tinggi sekitar 20 cm di atas kepala gue. 

Duh deretan orang yang pernah tahu betapa kekanak-kanakannya gue makin panjang... Dosen itu, Lelaki itu, Perempuan itu, Tante itu, Om itu.... 

wah..... walau gue tidak merasa bahwa apa yang gue omongkan itu salah. Tapi seharusnya gue tidak ucapkan semua itu kepada Anda. Harusnya gue bisa tahan diri, untuk kebaikan gue, dan Anda juga... 

hiks.... 
besok-besok gue janji ndak mau marah-marah lagi :) 

I guess ignorance is bliss! 

merasa harus memaksa dirinya menjadi kreatif dan cerdas! walah... susah ya.. bisa ngak cari peran yang lebih mudah, seperti jadi seksi dan lucu aja, begitu?

Monday, August 17, 2009

sesuatu yang nyangkut di kepala #2

Apa yang bisa kamu katakan pada mantan istrimu saat bertemu dia dan merasakan bahwa kamu ingin berada di sisinya lagi?  

Apa yang bisa kamu katakan pada mantan suamimu saat bertemu dia dan melihat bahwa dia kesulitan untuk hidup sendiri?

Apa yang bisa kamu lakukan?

Rasa yang entah apa namanya ini, memang tak mudah hilang hanya karena sebuah tanda tangan di kertas yang di-sahkan oleh otoritas absurd bernama negara.
Rasa yang entah apa namanya ini akan selalu ada (dan sepertinya itu akan ada terus selamanya)

Apakah proses menjadikannya mantan akan kamu sesali?
Ataukah memang kalian hanya dua makhluk yang hanya mengikuti takdir...

takdir yang membawa kalian bersama
lalu berpisah
dan takdir yang sama membuat kalian bertemu di tempat yang sama  
dan merasa ada rasa di dada yang entah apa namanya.

“I'm sorry I was  a lousy husband,” ujar lelaki yang dulu kamu benci karena tak pernah bersikap sebagai suami
“You look awful,” ujar perempuan yang dulu dengan telaten merawatmu sambil menatapmu dengan penuh kepedihan

kenangan kemudian membanjiri kepala
kenangan bahagia
kenangan duka
bergumul jadi satu
dan menyisakan sebuah pertanyaan mengapa
yang ternyata sulit untuk dicari jawabnya.

sesuatu yang nyangkut di kepala #1

Dia tidur dengan menyungging senyum. Entah apa yang sedang menari-nari di kepalanya sampai bisa senyum itu mampir di wajahnya. Gue cuma bisa terpana. Kagum sejenak. Dan tanpa terasa gue sedang menatap lekat wajah pria yang hidupnya tidak bisa dibilang sederhana. Dia kemudian bergerak. Perlahan menggeser tubuhnya ke arah yang berlawanan. Entah untuk apa. Mungkin untuk mencari posisi tidur yang lebih enak. Dan gue masih berdiri dan terpana menatap senyum yang sudah dia alihkan ke arah yang tak kelihatan. Ingin gue tunggu sampai dia terjaga dan menanyakan cerita apa yang ada di ujung kepalanya sampai senyum itu mampir di wajahnya. Tapi matahari sudah meninggi dan ada pekerjaan lain yang harus dilakukan. Namun pertanyaan itu akan terus tersimpan di  kepala gue, dan akan gue tanyakan kalau esok gue bisa bertemu dengannya lagi. Semoga saja pertanyaan itu ndak dirasa keterlaluan.

foto diunduh dari : www.smh.com.au/am/2008/07/29/
 

Tuesday, July 21, 2009

just me being me...

kadang ada hal-hal yang ngak bisa Anda ceritakan pada semua orang
mengenai kekaguman Anda terhadap seseorang
mengenai impian semalam
mengenai rasa benci yang kadang timbul pada seseorang berlabel teman
ah.. kenapa begitu banyak aturan?
ah... kenapa begitu banyak hal-hal yang dilarang?



Saturday, July 11, 2009

Hal-Hal Kecil tentang cinta dan hal kecil lainnya...

"Ah gue males sama mantan, jadi rese gitu sekarang dia. Dikit-dikit mau tahu, dikit-dikit mau tahu....." kata seorang temen. Walau mengangguk-angguk sambil pasang muka empati, sempet ada perasaan sebel berkelibat  "Gila, lu 'ndro.. kemane rasa yang lo gembar-gemborin ke kita2 sampe kuping gue bete?!" ....Karena temen ini 80% menyenangkan, jadi gue mau mempertahankan persahabatan kita selama mungkin. Jadi muka gue ndak menunjukkan emosi2 negatif yang biasanya gue tunjukin ke orang2 lain... hehehe...

Terkait dengan cerita di atas, belakangan ini ada orang--di sekitar gue-- yang sedang jatuh cinta gedubrak. Kalau langit bisa ditulisin perasaannya dia terhadap pacarnya... tentu dia bakal melakukannya tanpa malu-malu... (biar orang lain aja yang malu ngelihatnya). "Dia lucu deh kalo lagi ngomong ini... Dia baik banget waktu dia tahu gue sakit, dia bawain bla bla bla" ...hehehe.... sampai mual dengernya ... (aih mual apa iri, yah? mual aja deh... jawabannya hehehe)

Dua pengalaman yang dramatis (semua yang berhubungan dengan cinta itu bagi gue dramatis) membuat di sabtu siang yang hening --sesaat sebelum terlelap tidur-- gue mikirin mengenai carut marutnya hidup dengan cinta ini. 

Dulu waktu jatuh cinta, semuanya terhitung.. 
berapa kali dia natap gue, 
berapa kali dia sms sama gue, 
berapa kali gue berdoa sambil menyebut nama dia... 

Dulu waktu jatuh cinta, semuanya terlihat jelas 
bagaimana dia menggandeng tangan gue dalam diam 
bagaimana dia membuatkan indomie terenak yang pernah gue makan 
bagaimana dia berusaha datang on-time walau jarak bandung-jatinangor itu jauh banget 

hahaha.. hal-hal kecil yang itu terasa indah dan terpatri di kepala...  
tapi saat memutuskan untuk bercerai, apakah masih kebayang hal-hal kecil itu? 
gue udah pernah liat berkas perceraian dan gue ternganga melihat begitu banyaknya surat yang harus dilampirkan dan harus dibuat untuk maju ke pengadilan.. wiuh.... ribet banget!
kalau melihat itu, tentunya.. jawaban atas pertanyaa gue di atas adalah .. Ya, Enggak Lah.. wong ngurus suratnya susah, gimana kepikiran soal yang kecil2 itu?! hehehe

Tulisan ini bukan dimaksud untuk menjelekkan perceraian (sumpe sama sekali nggak.. menurut gue kalau sudah tidak cocok, yah memang harus berbesar hati untuk bilang sekarang kita tidak bisa bersama lagi :) ) 

Tulisan gue ini sebenernya adalah sebuah perenungan singkat dan ngak penting sesaat sebelum jatuh tidur. Sebuah perenungan  mengenai hal-hal kecil dalam hidup kita.... 

hal-hal kecil yang kita anggep gede banget 

seperti "kenapa sih dia ndak jawab sms gue?" 
seperti "apa sih artinya kalo dia ngomong gitu?" 
seperti "gue harus ngapainnya di anniv ke 6 kami?" 

hal-hal kecil yang bikin pusing 7 keliling 

ternyata in the end, apalagi saat berhadapan dengan kata PUTUS, CERAI, BUBAR JALAN! jadi ndak ada artinya lagi... 

pernah ngak kepikiran berapa lama waktu yang lo udah habisin mikirin bagaimana nyaman pelukannya dan wangi badannya sampai  semua tugas kuliah lo terbengkalai..

pernah ngak kepikir berapa lama waktu nungguin dia ngeberesin kerjaan di kantornya sampai rela kelaperan malam-malam 

pernah ngak kepikiran berapa lama waktu lo habisin muter2 nyari hadiah untuk ulang tahunnya yang ke 28... 

hahahaha.. anjrot, kalo akhirnya semua hal-hal kecil itu ndak ada artinya 

(jadi keinget seorang temen yang rela bawain setangkai mawar buat kekasihnya di tengah hujan di sebuah malam dari jakarta ke bandung.. dan sekarang mereka berdua tidak bersama lagi.. huh.. dia inget ngak ya sama kejadian itu? kalo jawabannya nggak.. kenapa gue masih yah? hehehe)

trus untuk apa?
untuk apa? 

hehehehe... 

cuma buat kita bingung sesaat, ntar 20 th lagi ndak ada artinya... untuk menutup posting yang ajigile panjangnya (yah, maklum baru bangun tidur... hehehe ekstra energinya) .. jadi perlu dipikirkan lagi mengenai hal2 apa yang harus jadi perhatian kita dan mana yang harus dilewatkan saja... hehehehe..


PS. 
hal2 kecil itu lucu... memang ndak penting, dan bakal eventually terlupakan juga.... tapi bagi gue --seorang penulis-- hal2 kecil2 yang kalian semua ceritakan jd sebuah bahan penulisan yang indah... makasih ya, teman2 untuk cerita2 kalian :) 

PS lagi. 
Eh si orang itu inget ngak yah perjalanan kita bikin deg2an ke ITB itu.... hahaha.. 2 hari senyum gue ndak hilang, ah.. sayang kalo dia udah ndak inget lagi.. hihihi...

Wednesday, July 08, 2009

10 Menit!

Tak apa walau cuma sepuluh menit saja
Karena hanya dalam rentangan waktu itu.
Aku masih diperbolehkan
melihat kerlip kecil di matamu
Aku masih diperbolehkan
mendengar tawa renyah milikmu
Aku masih diperbolehkan
merasakan genggaman hangat tanganmu
Sepuluh menit, bagiku,
terasa panjang dan berharga
Karena dalam rentangan itu
Aku mendapatkan kembali
alasan mengapa aku masih bisa tersenyum

alasan mengapa aku masih bisa tertawa
alasan mengapa aku masih harus sabar menunggu..

untuk bung, terima kasih untuk 10 menit-nya.

Monday, July 06, 2009

Lelaki itu (lagi)

Lelaki itu datang sejenak lalu pergi lagi.
Namun walau sejenak,
kedatangannya selalu membawa arti.
Dan bagi gue yang ditinggalkan,
kepergiannya menimbulkan sebuah harapan baru mengenai kedatangannya di lain hari...




untuk 'mas yang satu itu :)

foto diunduh dari : www.lovelyish.com

Saturday, July 04, 2009

Lelaki itu punya kisah yang dirajah di dadanya.

Lelaki itu punya kisah yang dirajah di dadanya. Bukan sebuah kisah besar yang dinanti orang, bukan kisah hebat yang akan menyibak takbir rahasia kehidupan. Hanya sebuah kisah sederhana mengenai bagaimana dia memaknai hidupnya.

Lelaki itu punya kisah yang dirajah di dadanya. Sebuah kisah yang mengalun lewat garis-garis yang tertanam di kulit bersama nadi dan degup jantungnya. Sebuah kisah yang dia abadikan dengan perlahan agar nantinya dia akan terus kenang.

Lelaki itu punya kisah yang dirajah di dadanya. Sebuah kisah kecil yang akan dia simpan buat seseorang yang nanti mau menikmati kisah sederhananya itu bersama dirinya sampai dia tua. 

Thursday, June 25, 2009

Tidak Ada Yang Lebih Penting

di mana? tanyamu 
di sini, jawabku 
lalu kita diam 
tidak ada pertanyaan lanjutan 
karena itu saja yang ingin kamu tahu
'ada aku di sini bersamamu' 
karena tidak ada yang lebih penting dari itu 


*belum waras-waras juga* 

Wednesday, June 24, 2009

SELIMUT

Ada kamu
di sisiku
sama seperti
punya selimut hangat
di tengah ruang ber AC
di mana semua orang
terlihat kedinginan
di balik jas hitam mereka
terimakasih ....

foto diunduh dari www.elitalice.com
*sekali lagi untuk kewarasan*

janganjauhjauh,dik

jangan jauh-jauh, dik
di sini saja
temani aku
dengan ceritamu
yang lucu
lugu
yang bisa membuatku tersipu

jangan jauh-jauh, dik
di sini saja
temani aku
dengan lagumu
yang lucu
lugu
yang bisa membuatku tersipu

jangan jauh-jauh, dik
di sini saja
temani aku
dalam pelukku....


*buat kewarasan!*

Thursday, June 11, 2009

MANAGEMENT

Management is getting things done through other people. That's the very definition of management that stayed in my head long after i graduated from management classes way back when.

I found this definition very alarming... "getting things done by other people" sounded so evil! it's like, i have to make other people do stuff in order to get my own purpose fulfilled...

maybe it's me... but i do really think I should get too close to this management thingy. But my father --for he teaches management and graduated from school of management-- made me interested in management for over the years. Management concept is involved in predcting the future and problem solving. Hence, it's a bit like the detective work that i adore since i was young. Bit by bit i kindda like managing things, and getting pretty good at it the past year.

But it turns out the honeymoon between me and the concept of management was not ment to last very long. Coz, when i flew back in to reality, it slapped me back and forth in the face, Hah! Management is still that cruel vicious word that i have warn my self to avoid.

Management is the evil powerfull being with a whip that trashes the hell out of "the other people" to get things done... no matter what!

huh!

management in real life doesn't comprehend the strenght, weakness, opportunities and threat that should be taken account when ones want to manage something. In real life, the purpose is simply getting things done... no matter what happen after that and to the "other people" that does the work.

Again, the badge that states I'M FROM MANAGEMENT scare the hell outta me! boy, i wonder when would life become clear to me...


mmm....
sorry, this writing is ment to be written in English and also ment to be written this long... hehehhe... 

Tuesday, June 09, 2009

Sang Pemimpin

Who is the leader? 
The leader is the one who shows the way, leads the way and goes by the way! 

(John C. Maxwell) 

Di atas adalah kalimat sakti yang wajib gue ulang-ulangi saat mengikuti LKMM di sebuah kampus di ujung peradaban. Konsep pemimpin yang mau ditempelin sama senior-senior kampus gue itu baru keinget lagi setelah sebuah chat antara gue dan seorang teman. Si temen gue yang berada  di seberang samudra sana tiba-tiba nekad menyelipkan mantra itu lagi dalam perbincangan kami. Hahaha... beberapa hari setelah itu nempel lah mantra itu di kepala gue.. dan terpaksa gue tulis entri ini to get that thing out of my system... kacau... 

Pemimpin. 

Musa memimpin rakyat Israel melarikan diri dari Mesir, namun di tengah jalan, orang-orang yang dipimpinnya memberontak... DENG DENG.... Susah sekali menyenangkan semua orang. Saat keluar dari Mesir, bangsa Israel dengan suka rela mengikuti Musa.. tapi saat lapar melanda dan Musa tak punya jawaban, rakyat memberontak. 

Petruk dan Jimat Kalimosodo (hehehe... gue orang Jawa, babe!) juga bercerita mengenai kepemimpinan. Saat Petruk ndak sengaja dapet jimat kepemimpinan itu, dan hancurlah dunia karena Petruk ndak mampu mengendalikan kekuasaannya... 

Cerita Musa dan Petruk ini gue dengar waktu gue masih piyik-piyik. Saat itu gue sudah meyakini diri gue bahwa konsep pemimpin adalah sesuatu yang absurd. Untuk kasus Musa, untung aja ada kekuasaan yang lebih tinggi yang membuat Musa bisa mengatasi semua permasalahannya, kalo ndak I dont wanna know the end of that story.  

beberapa minggu yang lalu, gue baca tentang Iwan Fals yang bilang "Seharusnya semua pemimpin kaya mantan Presiden Roh Moo-hyun yang membunuh diri karena malu" 

Mmmm.. menarik bukan? Konsep pemimpin di mata orang berbeda-beda. Tapi konsep yang digunakan tetap sama yaitu pemimpin. 

Gue sendiri tidak percaya sama konsep kepemimpinan. Menurut test psikologi, gue tak punya kemampuan untuk patuh pada otoritas yang lebih tinggi. Mffff... entah apa itu artinya?dari hasil itu terkesan gue adalah orang yang tak bisa diatur dan berantakan. Padahal menurut gue gue adalah orang yang amat sangat teratur. Memang konsep pemimpin dalam bentuk otoritas yang tak bisa dibantah memang bukan my cup of tea. Menurut gue manusia itu dilahir dengan freewill (kutipan dar film Dogma--yang membedakan manusia dan malaikat adalah manusia memiliki freewill, sedang malaikat tercipta untuk mematuhi Tuhan (terjemahan bebas)) 

Nah, sekarang, di tengah permasalahan hidup gue, kampanye presiden dan all the talk about UU cyber, membuat gue berpikir. 

Sebenernya gue itu manusia bukan sih? kok rasanya gue cuma raga yang tak ada artinya, karena gue dikelilingi oleh the so called pemimpin yang bikin gue pusing karena tiap hari they don't show the way, lead the way.. dan most certainly, don't go by the the way .... 

waduh... 
mungkin memang benar si Adorno gokil itu saat ngomong : "Advice to intellectualls; Let no one represent you!" 

hahaha... 

tumpahan tanpa aturan isi kepala detta yang sedang terjebak di antara appointed leaders and chosen ones yang sama-sama ndak tahu apa arti kepemimpinan. 


Sunday, June 07, 2009

Babe, aku rindu!



Babe, Aku Rindu!

Sayangnya, bukan sama kamu
Aku sedang jatuh rindu pada
diriku yang dulu
yang tengah jatuh cinta kepadamu

terlalu absurd-kah itu, menurutmu?


-bda-
buat si bung!
foto: diunduh dari http://image3.birthdaycards.com/dbc/i/c/isp_GlowingHeart1.jpg