Wednesday, July 04, 2012
retrospeksi #1
Apakah kenyataan itu mempengaruhi hari ini dan kondisi diri yang sudah lupa punya hati?
Friday, June 15, 2012
Pengalaman Menonton Bunglon
Tuesday, March 06, 2012
she used to be
I used to be beautiful, she said handing me a two year old picture of here.
I glance a bit. Yes, she looked beautiful in the picture.
Here's me a year ago. This was taken a month after I got sick, she said.
I glance again.
More pictures are shown. More memories are shared. Something that she once were. Something that she once had.
I can't even bear to see myself in the mirror now, she said.
Ah, lady, how can I tell you this without sounding so cheesy. The first day you walked in the intensive care ward, I thought you were the most beautiful person that ever walked these isle.
I want to tell her that, but the tubes got in my way, the glass got in my way, the needles got in my way, the nurses, the doctors,and all that
They all got in my way.
So I just blink
Hoping you understand
And tomorrow
You can come and see me in my glass box and talk some more.
Friday, March 02, 2012
perfectsaturdaymorning
A cool darken bedroom
On a saturday morning
With distant sound of everything
No worry
No hurry
Just me
Wish I could bottle it up
And keep it for the rest of the day
Monday, February 27, 2012
Saya Rindu Saya
Saya rindu saya yang bersembunyi di lemari dan membaca buku detektif itu untuk kesekian kali.
Saya rindu saya yang menikmati perjalanan kereta selama tiga jam sendiri.
Saya rindu saya yang tanpa jam tangan berjalan menyusuri kota tanpa rasa peduli.
Saya rindu saya yang tidak diasosiasikan dengan seorang teman, sebuah pekerjaan, suatu harapan.
Saya rindu saya yang gemar mengangkat bahu tanda tak peduli saat mendengar ocehan-ocehan bodoh itu mampir di telinga ini.
Saya rindu pada diri saya yang dengan ringan mengangkat ransel dan pergi ke luar kota untuk bersembunyi.
Ah, saya benar benar rindu pada diri saya sendiri. Kapan saya bisa kembali menjadi saya lagi?
random
Apakah terlalu berlebihan tindakan itu?
Apakah akan mengganggu,suatu saat nanti Anda tahu?
Ah, saya masih ragu ragu
I STOP
Not because you hate it
Not because you don't approve
Not because you don't want me to
I stop writing
Simply because
You simply stop reading
Friday, February 03, 2012
Pagi Dini Hari #2
Sunday, January 29, 2012
Pagi Dini Hari #1
Friday, January 27, 2012
6.30 : pengalaman menonton di antara para cendekia
Wednesday, January 25, 2012
A BIT OF ME
there’s a bit of me
in your smile
a bit of me in your laughter
a bit of me in your story
now i wonder, whether it’s only a bit of me
or all of me is a part of you?
*
Tuesday, January 03, 2012
TIAP 3 MENIT JATUH CINTA
Sunday, December 11, 2011
untuk kedua kalinya
masalah jatuh cinta.
masalah sakit hati.
masalah tahu diri.
masalah berbagi.
masalah rasa yang terlalu menjadi.
masalah takdir.
dan masalah-masalah yang tak bisa dipahami dengan logika sederhana.
Ternyata dia salah.
ternyata dunia merasa semua pelajaran itu belum dia pahami sepenuhnya.
sehingga perlu kaji kembali.
sehingga perlu dipaparkan ulang .
Kini dia harus duduk kembali,
mengambil ulang kelas bernama patah hati.
dia terpaksa-dipaksa-atau tak sengaja(?)
kembali berada di ruang yang sama.
dihadapkan pada cerita yang serupa.
dengan alur tak jauh berbeda.
hanya saja tokohnya berbeda-walau tak esensial perubahannya.
Kelas hari pertama.
mereka membahas kasus yang dulu pernah dia bahas.
mereka bercerita mengenai hal-hal yang dulu pernah dia dengar.
setengah bosan, dia mendengarkan.
semua masih sama.
apa yang harus dikata,
semua cerita dan pembahasan seperti sebuah rekaman yang berulang.
Dia menggaruk kepala.
mengapa?
apalagi yang harus dipelajari.
toh, akhirnya dia tahu bagaimana akhir cerita.
dia akan menjadi yang disakiti.
dia akan menangis berhari-hari.
dia akan menghela napas dalam kesendirian.
Dia memandangi semua yang hadir.
semua terlihat hanyut dalam emosi yang ditawarkan oleh cerita.
tegang.
sedih.
depresi.
semua kecuali dia.
dia hanya termangu mengikuti alur yang sudah tertanam di kepalanya sejak lama.
Tanpa emosi, dia coba mengkaji ulang.
Tapi dia tetap dia.
semua tindakannya, semua pikirannya tetap mengikuti logika sederhana miliknya.
Ah, apalah artinya.
Kelas berakhir, tanpa dia memahami apa yang baru saja diajarkan.
dengan gontai dia pulang.
berharap kelas ini cepat selesai
sehingga dia bisa berpura-pura memahami:
mengapa dia kembali sakit hati.
Friday, December 09, 2011
Sometime enough is enough
Is the heart strong enough to handle all that?
Or people are just 2 ignorant 2 know when enough is enough?
Wednesday, November 30, 2011
Pagi, Hujan, Sendirian
i'm still happy with my tea
Tuesday, November 01, 2011
sore-sore nonton short di TIM
#PG (Henna Mulani|Indonesia) Fiksi|3’31|2011
Telat! :) film pertama selalu bertemu dengan masalah ini... walau tak banyak telatnya, namun tetap saja, saya tak melihat pembukaannya.... yang saya sempat tonton adalah bagian wajah-wajah aktor memberi komentar sengit pada peran utama.
Wah, film tentang stres nih, demikian pikir saya.
Lalu tiba-tiba saya melihat pistol di balik punggung peran utama. Sebuah revolver berat dalam genggaman seorang gadis remaja. ironis. :) saat melihat adegan itu saya bertanya: bagaimana gadis itu menyelundupkan sang revolver ke meja makan? mmmm
Namun pertanyaan tak berlangsung lama, karena kemudian saya dikejutkan dengan sebuah tembakan. DOR. di meja makan, sebuah peluru menembus kepala gadis itu. tubuh miring ke kiri dengan senjata di tembakkan dari sebelah kanan (?) mmmm.... perlu nonton ulang untuk melihat apakah yang saya lihat itu benar atau salah.
#Pagi, Sayang (Angkasa Ramadhan|Indonesia) Fiksi|5’26|2011
Adegan pertama yang menekankan pada sosok cincin kawin, membuat saya tersenyum. Ah, sebuah film pendek mengenai pernikahan. menarik. namun kemudian muncullah elemen-elemen yang mengganggu seperti: indomie goreng dengan selada (yang menurut saya sedikit absurd), gaya perempuan yang berlebihan, percakapan yang penuh kosa kata di pagi yang seharusnya/ biasanya sepi.
ide cerita yang menarik, namun tenggelam dalam percakapan nan riuh antara dua orang yang seharusnya sudah kenal dekat selama setahun. mmmm.... menurut pengalaman saya, semakin Anda kenal dengan seseorang, semakin sedikit kata yang dibutuhkan :) jadi teringat sebuah film Pasangan Baru garapan salman aristo yang saya sukai. Mmmm.... 24/7 selama setahun membuat dua orang harusnya punya kode-kode ajaib yang tak terlihat dalam interaksi dua aktor itu.. ah, mungkin memang harus mengalaminya sebelum bisa menyajikannya dalam sebuah film agar penonton bisa percaya (teringat film hujan tak jadi datang-yosef anggi)
Break (Candra Aditya|Indonesia) Fiksi|5’00|Indonesia
Apa yang terjadi bila Anda sedang berupaya melepaskan diri dari hobi yang sudah Anda jalani bertahun-tahun. :) well, memang agak sulit menerjemahankannya dalam gambar.
Keinginan tiba-tiba untuk meraih sebatang rokok saat tak ada orang yang melihat, atau tak sadar menghirup asap rokok yang dihembuskan orang dekat Anda, atau menggigit bibir saat menonton film dengan adegan orang yang merokok dengan nyaman (hey, tell me about it, coz i've gone through it all)...
film yang ingin menunjukkan bahwa mencoba berhenti itu sulit, dan semua yang menyuruh Anda berhenti itu munafik, tak berhasil membuat saya terpana. :) Ah, mengapa begitu sulit?
beberapa adegan yang bikin mengernyit adalah saat si tokoh menerima telepon dan mendengarkan pesan dari kekasihnya --si munafik yang memintanya untuk berhenti merokok-- dan yang lainnya adalah dandanan sang kekasih di akhir film membuat saya ingin bertanya, " eh, gimana maksudnya?"
hehehe... ah, entahlah mungkin kasus ini terlalu dekat di hati sehingga menjadikannya terlalu personal :)
F*ck, She was Great (Giorgio Pratadaja|Indonesia) Fiksi|04’54|2011
Is in english! hehehehe... selalu senang melihat skrip dalam bahasa yang satu ini, dan melihat bagaimana aktor2 memainkan perannya :) dan saya terpana.... 2 aktor utamanya cihuy!!! :) cerita yang cukup menarik dan alur yang sederhana --walau sedikit terasa terulur-ulur dengan paksa-- namun tetap berhasil menutup sajian film pemula ini dengan manis.
Saturday, October 29, 2011
in case of love (2010) -sebuah pengalaman menonton-
Sunday, September 11, 2011
Selamat bekerja, sayang!
“Selamat bekerja, sayang,” ujar perempuan itu sambil menyingkirkan cangkir kopi hitam yang isinya sudah tandas. Lelaki itu mengangguk. Tersenyum. Lalu mengucap salam.
“Malam ini aku pulang agak malam, bahkan mungkin sampai pagi menjelang,” ujarnya sambil menyandang ransel hitam berisi keperluan liputan.
Perempuan itu mengusahakan sebuah senyum tanpa berani menatap lelaki yang sedang berjongkok di ambang pintu sambil membenahi tali sepatunya.
“Hati-hati di jalan dan jangan lupa makan sebelum begadang,” ujar perempuan itu. Lagi-lagi lelaki itu mengangguk. Lalu dia melambaikan tangan.
Di ambang pintu itu, sang perempuan masih terpaku. menatap punggung laki-laki itu sampai tak kelihatan. Sambil memejamkan mata, perempuan itu berbisik, “Pulanglah dengan selamat, sayang. Dan jangan bawa pulang serpihan hati milik mereka yang kamu temui saat liputan.”