Sunday, December 06, 2009

Festival Film Pendek Konfiden 2009- PEMBUKAAN

Ini adalah tahun ke-3 saya menonton dan menggilai festival ini. Menonton film-film pendek ini membakar semangat saya untuk –paling tidak mencoba barang satu kali saja—membuat film. Walau sampai tahun ke-3 ini belum ada satu gerakan pun yang mengindikasikan bahwa saya sedang merintis ke arah itu, tapi paling tidak setiap kali saya berlarian ke FFPK ini semangat untuk membuat film tetap terjaga –walau belum tahu kapan terlaksana—hehehe…

Hal yang terasa berbeda dari festival kali ini menurut saya adalah jadwalnya yang dirasa terlalu sebentar, filmnya yang terasa sedikit dan durasi film yang rasanya terlalu panjang… tapi tetap saja hal itu ndak membuat saya surut untuk berada di pusat keriaan film pendek Indonesia ini.

Saya hadiri di Hari Pembukaan FFPK ‘09 (19 nov) sedikit telat, maklum ada perhelatan lain yang harus diurus di akhir November ini… (oh ya biasanya FFPK di awal Nov, ya?) jadi saya harus duduk di lantai dingin galeri cipta bukan di studio kineforum.

Selain itu, saya juga tak sempat dengar kata pengantar dari direktur festival mengenai apa yang terjadi di festival untuk tahun ini. Untung buklet jadwal sangat membantu –benda yang tiap tahun menjadi semakin mungil ini terlihat amat menarik untuk tahun ini J.

Dari buklet jadwal, saya baru tahu bahwa jumlah film pendek yang lolos seleksi pada FFPK kali ini menempati urutan terendah (hanya ada 10 film yang lolos) dibanding FFPK sebelum-sebelumnya. Saya juga baru sadar –setelah baca buklet itu—bahwa tahun ini tak ada kompetisi film pendek dokumenter.

Huh…. Dari 200 entri, hanya terpilih 10! Di satu sisi menyenangkan juga karena berarti 10 orang ini adalah pemenang –secara 10 banding 200 gitu lho!— *tulisan ini digarisbawahi untuk orang yang memikirkan apakah filmnya menang atau tidak, ini jawaban atas kekhawatiran itu dari saya! *

Di sisi lain, seperti yang tertera di buklet jadwal, sedih juga karena direktur festivalnya menunjukkan bahwa kecenderungan ini memperlihatkan bahwa ‘adanya stagnasi tema dan gaya.’ Ouch!

Well.. guess that’s enough opening… now we talk about whats important here….

THE FILMS… J Berikut adalah pengalaman saya menonton! Enjoy!

 

PROGRAM PEMBUKAN

Lagu Gambar Gerak (54’26)

Kamis, 19 nov 09 pk. 20.00

Funny how program ini menyajikan hasil pembacaan videografer mengenai sebuah karya musik. Kenapa lucu? Karena beberapa bulan yang lalu saya sempat ngobrol dengan seorang kenalan yang gimbal mengenai video klip…. Segala diskusi itu kembali terulang di kepala saat melihat lagu gambar gerak ini… thx, gimbal! Saya jadi lebih mengerti sekarang!

 

Dark /09’34/ 2008

Musik: CandyFloss

EP: Hope Guts and Loneliness/ Tambourine Records

Video: Muhammad Akbar/Bandung

Saat melihat video ini, saya langsung menarik napas dalam-dalam karena menyadari bahwa orang yang tone deaf seperti saya, sepertinya ndak bakal bisa bikin video musik, *secara yah* ketukan musik harus menjadi dasar dari gambar yang disajikan… seperti yang terlihat dari video musik pertama ini…. Salut!

 

Cukup dalam Hati/04’02/2008

Musik: Anda/Album: In Medio/ Sendiri Record

Video : Joko Narimo/Solo

Si gimbal, kenalan saya, pernah berpendapat mengenai pengulangan dalam video musik. Menurut orang itu, saat lirik sudah berkata-kata, untuk apa mengulanginya dengan gambar? Waktu itu saya mendebatnya dengan konsep ‘penekanan kata dengan gambar’ *hahah.. bahkan waktu saya mendebatnya dulu, saya juga kurang yakin mengenai apa yang saya ucapkan… * well, video –yang saya acungi jempol ini—menjelaskan secara jelas  mengenai ucapan kenalan saya itu.

Lagu di atas –yang betewe cukup saya gemari ini—dimaknai berbeda. Penggunaan semut dan pemahaman terhadap politik negara ini bikin lagu yang liriknya bagi saya mengenai pencarian jati diri, dibuat menjadi sebuah pertanyaan kepada pemimpin negara ini… Huhu… mantaffff… terima kasih buat pembuatnya! I really enjoyed it!

 

Manekin Bermesin/00’46/2007

Musik: Zoo/EP: Kebun Binatang /Yes No Wave Music

Video: Beni Wicaksono/Surabaya

Ngak banyak komentar karena memang hanya sejenak video musiknya..keren pisan!

 

Blues Iblis/03’43/2007

Musik: Adrian Adioetomo

Album: Delta Indonesia/My Seed Records

Video: Cyka/Yogyakarta

Nah, gini nih kalo nyuguhin manusia dudul seperti saya sesuatu yang tidak biasa... heheh.. sumpeh ndak nangkep.. tapi menurut saya sih ‘mengapa mencoba sok mengerti saat musiknya sendiri enaknya minta ampun gini’ jempol berat pada musiknya…

 

Tiba-tiba Hamil/ 04’34/2009

Musik: Bite/EP: BITE/ Firecatz Records

Video: Isha Hening/Bandung

Wihihi… mata saya tak lepas dari layar saat melihat video ini. Langsung ketawa-ketiwi sendiri, seperti nonton film dengan lirik sebagai line-nya. Cerdas idenya! Tapi sayangnya (eh saya ndak tahu apakah ‘sayangnya’ cocok dipakai di sini… atau apakah seharusnya kata ‘untungnya’ you guys be the judge!) karena gambar (yang dipenuhi teks) dan cerita yang kuat, berhasil mengalihkan perhatian saya dari musik ke gambarnya.. maybe it’s the texts, karena di video cukup dalam hati, saya ndak terlalu terganggu dengan teks-nya (karena memang hanya sedikit dan tidak sekuat ini. ) I loved it, but where video music concern, I don’t know whether this is a good thing or not.. is like kindda stealing the thunder from the star… but must confessed I really enjoyed watching it and I don’t mind that all music video turns out like this! 

 

Punyaku Sendiri/05’31/1999

Musik: Cozy Street Corner/Album: Cozy/CUPU Records

Video: Bayu Bergaswaras/Purwokerto

Pas liat kota asal pembuat videonya, saya sudah siap melihat sesuatu yang di luar kotak. Tapi sayangnya pembuat video ini membuat video musik Cozy Street Corner. Ini membuat saya merasa bisa objektif *secara* saya telah mendengar lagu ini ratusan kali dan telah beberapa kali melihat lagu ini dipentaskan lengkap dengan tariannya… huhu… tapi yang bisa saya utarakan di sini adalah GOKIL idenya!!! Entah saya benar atau salah, tapi saya melihat ini sebagai sesuatu yang ironis.. dengan judul Punyaku Sendiri, sang pembuat video, mengambil adegan-adegan dari video karaoke * kata seorang temen sih itu lagu born free * …. Talk about ironic! Salut!

 

Marginal Decay /04’38/2009

Musik : Rizatreoscapes/  Rizatreoscapes2/ Rita Publishing/demajors

Video: Damar Ardi/Semarang

? is not the video.. it’s me… maybe I know too much about bajaj…

 

 

Madat/04’05/1970

Musik: Shark Move/Album: Gedhe Cakra’s

Video: Gentur Suria Sukeni/Yogyakarta

Serius ini dibuatnya tahun 1970? Ya ampyun!

 

Herr Wulf’s/02’28/2008

Musik: Lull/Demo

Video: Ari Rusyadi/Jakarta

“Ini video art,” ujar kenalan saya yang nonton bareng saya saat itu. Sayang saya tak sempat meminta penjelasan detail mengenai apa sih video art itu kepadanya. Kalau benar itu video ini bernama video art, berarti lucu sekali yah yang namanya video art itu… hehehe… saya senang melihat gambar-gambar lucu menjadi wakil dari cerita… cerdas, menarik dan easy on the eyes… J

 

 

No comments: