Thursday, April 24, 2008

Pertamaku

...
di bawah pohon sawo itu
puisi pertamaku lahir. Di sana aku belajar menulis
hingga jauh malam sampai tertidur kedinginan,
lalu Ayah membopong tubuhku yang masih lugu
dan membaringkannya di ranjang ibu.
(2005)

-di kutip puisi Pesan dari Ayah dalam kumpulan Puisi Joko Pinurbo berjudul Kepada Cium-

tadi malam, ternyata gue masih punya sisa waktu, dan gue memutuskan untuk temu kangen sama tulisan Joko Pinurbo...

setelah buka halaman pertama, mata gue ndak mau beranjak dari halaman tersebut dan meneruskan bacaan.. karena tiba2 ingat pertama kali gue mengambil pena dan memutuskan untuk menjadi penulis...

makasih JokPin.. yang berhasil bikin gue tenang lagi, setelah mendapat  guncangan-guncang yang mempertanyaakan langkah hidup gue selanjutnya..
 makasih JokPin.. yang berhasil bikin gue lebih mantap lagi sekarang...

karena ndak bisa berterima kasih langsung pada orang itu, jadi gue memutuskan untuk menuliskannya di tempat ini.. semoga tidak apa-apa..

:)




 

1 comment:

agung marhaenis said...

Dett, mungkin kamu bisa berterima kasih "langsung" lewat sini (http://jokpin.blogspot.com atau http://celanasenja.blogspot.com) di profilnya sih tertulis JokPin. Tapi aku juga tidak berani memastikan. Namanya juga dunia semu :)